Facebook dan Twitter Rencanakan Perketat Iklan Politik

DatangLagi.com – Dua perusahaan media sosial, Twitter dan Facebook berencana akan memperketat keberadaan iklan politik di kedua media sosial tersebut. Dilansir dari New York Times, perubahan aturan ini dilakukan untuk menjaga transparasi kampanye politik.

Dalam pernyataannya, Facebook mengumumkan akan memberi tanda khusus untuk iklan-iklan politik yang tayang dalam aplikasi tersebut. Tanda khusus itu berupa label “berbayar” serta tombol yang akan merujuk pada halaman informasi terkait iklan tersebut.

Halaman ini, masih dikatakan New York Times, nantinya dapat dipakai pengguna untuk melihat secara detail data diri orang yang mengiklankan postingan tersebut. Kemudian pengguna juga bisa melihat berapa biaya iklan serta demografis orang-orang yang melihat iklan tersebut.

Selain itu, Facebook juga berjanji untuk menyimpan semua arsip iklan politik untuk tujuh tahun ke depan. Ini berguna untuk menjadi catatan penting soal rekam jejak politikus dalam menggelontorkan dananya untuk iklan.

Serupa dengan Facebook, Twitter mengatakan bahwa pihaknya telah merancang beberapa syarat untuk akun-akun politik yang ingin beriklan di media sosial ini.

Dalam postingan iklan politik yang dipublikasi, Twitter juga akan menyematkan tanda khusus agar pengguna tahu bahwa iklan tersebut berbau politis. Selain itu, akun yang digunakan wajib memiliki data diri yang lengkap dan jelas serta menyertakan halaman resmi terkait organisasi politik yang bersangkutan.

Kami berkomitmen untuk menegakkan kebijakan yang lebih ketat untuk pengiklan politik. Dan memberikan pemaparan yang jelas serta transparan untuk semua iklan di Twitter,” ungkap Vijaya Gadde tim kebijakan hukum publik Twitter.

“Ketika orang mencari berita dan informasi mereka beralih ke Twitter untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Terutama dalam hal politik,” lanjutnya.

Kebijakan yang tengah digarap kedua media sosial terbesar di kolong langit ini rencananya akan berlaku pada akhir bulan ini.

Sementara di tingkatan domestik, Facebook Indonesia pun telah mengemukakan hal serupa pada beberapa waktu lalu. Hal erat kaitannya dengan aktivitas politik pada 2019, yang disebut-sebut menjadi tahun politik.

Namun sebelum aturan ini berlaku, Facebook Indonesia mengatakan bahwa iklan politik masih diperlakukan sama seperti iklan bisnis pada umumnya.

Bagikan
Suryadi

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm