Waduh! Hanya Karena Keju, Dua Pelanggan Ini Tuntut Resto Cepat Saji Rp 70 Miliar

Dua orang pelanggan menggugat resto cepat saji berjaringan global sebesar Rp 70 miliar! Apa yang jadi penyebabnya?

Hal ini terjadi di McDonald’s cabang Florida, AS. Saat itu Cynthia Kissner dan Leonard Werner memesan Quarter Pounder tanpa keju. Quarter Pounder merupakan menu burger yang berisi daging patty seberat 1/4 pound atau sekitar 113 gram.

Mereka sengaja memesan menu tersebut tanpa keju. Karena menurut mereka hamburger dan cheeseburger punya harga berbeda.

Namun saat ingin membayar, mereka tetap dikenakan biaya menu Quarter Pounder biasa. Karenanya Cynthia dan Leonard merasa dipaksa membayar bahan makanan yang tidak mereka terima dan makan. Mereka akhirnya mengajukan gugatan terkait kejadian itu di pengadilan Fort Lauderdale, Florida, pada 8 Mei lalu. Tak tanggung-tanggung, mereka menggugat McDonald’s sebesar $5 juta (Rp 70 miliar).

Berdasarkan laporan Herald (22/5), isi gugatan itu kurang lebih seperti ini, “Pelanggan dipaksa, dan terus menerus ditagih biaya lebih untuk produk ini, dengan dipaksa membayar dua potong keju yang tidak mereka inginkan, pesan, atau terima agar bisa membeli produk yang mereka inginkan.”

Dalam gugatan yang dibuat pengacara bernama Andrew Lavin itu juga tertera kalau menu Quarter Pounder tanpa keju punya harga lebih murah. Ia menuliskan, “McDonald’s menjual empat varian Quarter Pounder Family, dengan dan tanpa keju, dengan selisih harga lebih banyak sebesar 30 hingga 90 cents (Rp 4.200- Rp 12.600) untuk varian yang memakai keju daripada yang tidak.”

Namun di papan menu McDonald’s tempat Cinthya dan Leonard makan memang tidak melihat menu yang dimaksud Andrew. Karenanya pihak McDonald’s mengatakan kalau gugatan tersebut tidak punya kekuatan hukum.

“Tidak percaya kalau ini memiliki kekuatan hukum. Burger Quarter Pounder diiklankan lengkap dengan keju. Kami mencoba mengakomodasi permintaan pelanggan kami dengan memperbolehkan mereka menyesuaikan pesanan mereka, seperti Pounder Kuartal tanpa keju,” tutur juru bicara McDonald’s pada USA Today (23/5).

Juru bicara itu juga menambahkan kalau masing-masing waralaba McDonald’s menetapkan harga berdasarkan pangsa pasarnya masing-masing.

Bagikan
Rahmad

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm