BI: Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD4,3 Miliar pada Kuartal II-2018



JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2018 kembali mengalami defisit. Pada periode ini, defisit neraca pembayaran Indonesia mencapai USD4,3 miliar.

Dengan perkembangan NPI tersebut, posisi cadangan devisa (cadev) pada akhir Juli 2018 sebesar USD119,8 miliar. Lebih rendah dari cadev pada akhir Maret 2018 tercatat sebesar USD126 miliar.

Direktur eksekutif Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Yati Kurniawati mengatakan, defisit NPI pada kuartal II seiring meningkatnya transaksi berjalan dan masih rendahnya transaksi perdagangan RI.

“NPI defisitnya USD4,3 miliar. Transaksi modal ini belum cukup untuk membiayai defisit neraca transaksi berjalan,” ujarnya dalam acara media briefing di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Adapun defisit transaksi berjalan kuartal II-2018 tercatat USD8 miliar atau 3% dari PDB. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada kuartal II-2018 yang hanya sebesar USD5,5 miliar atau 2,2% dari PDB.

“Sepanjang semester I-2018, defisit transaksi berjalan masih berada dalam batas yang aman yaitu 2,6% dari PDB,” ucapnya.

Menurut Yati, defisit transaksi berjalan di kuartal II ini sesuai dengan aktivitas ekonomi domestik yang meningkat. Hal tersebut membuat menurunnya surplus neraca perdagangan karena tingginya impor tak sebanding dengan angka ekspor.

“Sekali lagi ini defisitnya meningkat sejalan dengan kegiatan ekonomi. Kemarin kalau pengumuman PDB terlihat pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi dan investasi serta dengan beberapa kontribusi utamanya manufaktur,” jelasnya.

Sementara transaksi modal dan finansial kuartal II tetap tercatat surplus di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal II tercatat USD4 miliar, angka ini lebih besar dibandingkan kuartal sebelumnya dengan surplus sebesar USD2,4 miliar.

Surplus transaksi modal dan finansial terutama berasal dari aliran masuk investasi langsung asing yang tetap tinggal dan investasi protofolionya, yang juga mencatatkan surplus. Surplus investasi lainnya juga meningkat, terutama didorong penarikan. Simpanan penduduk pada bank di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan di dalam negeri.

“Kenaikan simpanan penduduk luar negeri yang digunakan untuk membiayai kebutuhan dalam negeri. Jadi ada peningkatan kebutuhan valas,” jelasnya. (yau)

(rhs)

Bagikan
berita online

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm