Buronan Perdagangan Manusia Terus Tutupi Wajahnya dari Bidikan Foto Wartawan

Siapa sangka perempuan bernama Diana Aman Alias Diana Chia adalah pelaku perdagangan manusia yang melarikan diri dari kejaran Kejaksaan Negeri Kupang sejak ditetapkan bersalah Pengadilan Negeri Kupang pada 30 Mei 2017 lalu .

Mengenakan baju hitam dan celana bermotif batik, Diana Aman tampak malu saat kejahatannya dipaparkan ke awak media yang menunggunya sejak pukul 14.30 WIB.

Wanita yang menjadi agen Tenaga Kerja Indonesia ini tertunduk dan menutup wajah dengan tangan kirinya di Lobby Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jalan AH Nasution No 1C Medan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sumanggar Siagian mengatakan Diana Aman adalah Buronan Kejaksaan Negeri Kupang yang lari usai status penahanannya berubah menjadi tahanan kota sesuai izin Hakim saat itu.

“Jadi terdakwa ini ditangkap oleh Imigrasi Tanjungbalai yang bekerjasama dengan Kejari Tanjungbalai kamis kemarin dari Malaysia mengendarai Ferry Ocean Star 2 ke Tanjungbalai untuk menemui keluarganya di Tebing Tinggi,” terang Sumanggar Siagian kepada media.

Buronan terdakwa Diana Aman sesuai putusan Pengadilan Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perdagangan orang. Ia dihukum 9 Tahun Penjara, Denda Rp 120.000.000 Subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu, Diana Aman juga dihukum membayar ganti rugi (restitusi) kepada korbannya ahli waris Almarhum Yufrinda Selan sebesar 25 juta rupiah, kemudian masing-masing Megana Farida dan Fridolina Batang sebesar 3 Juta. Ketentuannya apabila tidak mampu membayar, harta benda Diana Aman akan disita dan apabila tidak mencukupi akan diganti pidana penjara selama tiga bulan.

Diana Aman yang didampingi keluarga diketahui sering ke luar negeri selama pelariannya. Diana Aman tercatat sebagai penduduk Kota Tebing Tinggi menurut Katim Intel Kejati NTT Sukwanto yang baru tiba di Kejati Sumut untuk membawanya menjalankan hukuman ke lembaga Pemasyarakatan Kupang.

“Sebelumnya dia kita tetapkan tersangka setelah mengetahui salah satu TKI yang dikirimnya meninggal dunia. Dari situ kita ketahui perbuatannya ilegal,” ujar Katim Intel Kejati Intel Sukwanto.

Sukwanto menerangkan bahwa Diana Aman tidak sendiri bertindak dalam perdagangan orang, selain Diana ada 8 orang lainnya yang terbukti bersalah dan telah dihukum oleh Pengadilan Negeri Kupang.

“Korbannya ada yang usianya 17 dan 18 tahun ya. Jadi kita berterima kasih kepada Asintel Leo Simanjuntak, Pak Kajari Tanjungbalai Zulfikar Tanjung,” pungkasnya meninggalkan wartawan.

Bagikan
berita online

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm