Korban gempa di Lombok Utara keluhkan bantuan terputus di kades

BERITA.LIVESejumlah pihak mulai dari pusat, pemda hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggalang bantuan buat korban gempa 7,0 SR di Lombok dan sekitarnya. Bantuan demi bantuan telah tiba dan dimanfaatkan.

Sayangnya, hal itu tak merata.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara, NTB. Lokasi tersebut berada dekat episentrum guncangan. Namun, warga mengeluhkan distribusi bantuan pemerintah yang terputus.

“Ada bantuan itu pak, tapi semuanya numpuk di kades (kepala desa) sama kadusnya (kepala dusun), tidak disalurkan ke kami,” kata Burhanudin, warga Dusun Batu Keruk, Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (10/8).

Keluhannya disampaikan saat ditemui di sumber mata air Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, senada disambut oleh warga lainnya.

“Bantuan itu cuma sampai di pinggir jalan provinsi saja. Padahal yang paling parah itu, rumah-rumah yang ada di atas, ke dalam lagi pak,” kata Abdul Karim, warga Dusun Dompo Indah, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, seperti diberitakan Antara.

Dia melanjutkan bahwa pascagempa berkekuatan 7 Skala Richter yang terjadi Minggu (5/8) malam, warga di desanya belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

“Ada bantuan, tapi itu dari keluarga. Itu pun kami lihat belum mencukupi, terbatas,” ujarnya.

Keterbatasan tersebut membuat Abdul Karim dan warga lainnya bertahan hidup di penampungan dengan sisa persediaan yang ada dalam reruntuhan rumahnya dan hasil kebun.

“Apa yang ada dah pak, ubi ada, ubi kita masak, ada sisa beras, itu kita masak,” ucapnya ketika sedang menunggu tanki airnya penuh untuk pasokan warga di kampung halamannya.

Senada dengan Abdul, Ibu Rusmini, warga Desa Anyar, yang punya warung di depan Puskesmas Bayan, mengaku sejak gempa dahsyat pertama dengan kekuatan 6,4 SR terjadi, dia bersama keluarganya hanya makan mie instan.

“Sejak gempa pertama kita makan seadanya, makan mie-mie saja,” ucapnya yang juga mengatakan warga desanya belum terjamah bantuan pemerintah.

“Tikar, terpal belum juga ada,” katanya. [rhm]

Bagikan
berita online

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm