August 17, 2018

Sign in

Sign up

Panorama Incar Keuntungan Asian Games dan Pertemuan IMF-World

By on August 11, 2018 0 8 Views



JAKARTA – Di paruh kedua tahun ini, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) begitu optimis bisa mengejar pertumbuhan 20% hingga akhir tahun setelah sebelumnya di paruh pertama mencatatkan rugi. Memanfaatkan momentum Asian Games pertengahan Agustus ini serta IMF-World Bank Annual Summit di Bali pada bulan Oktober mendatang, diyakini perseroan mampu memenuhi target pertumbuhan bisnis.

Direktur Utama Panorama Sentrawisata Budi Tirtawisata mengatakan, meneruskan sukses pada 2017, pilar media perseroan terus mengikuti perkembangan dan tren pasar dalam industri MICE. Reed Panorama yang merupakan anak usaha perseroan dibidang pengelola pameran akan berkonsentrasi pada pameran-pameran B2B karena pasar yang lebih menjanjikan.

“Kami juga akan mengoptimalkan potensi Panorama sebagai perusahaan pariwisata dengan berfokus pada core business pariwisata sambil menggarap pasar dengan minat khusus,”ujarnya.

Sementara bisnis pameran yang dibidik perseroan dalam waktu dekat adalah pameran Indonesia Transport Supply Chain and Logistic (ITSCL) dan Mining & Engineering Indonesia yang keduanya akan digelar pada 12 – 14 September 2018 mendatang di Jakarta. Perseroan juga melihat potensi yang besar di sektor transportasi.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah berhasil membuat perjalanan darat lebih cepat dan nyaman, hal ini merupakan peluang untuk membuka destinasi wisata baru yang mudah dicapai bagi group tur ataupun penyewaan bus untuk grup pribadi.

Selain itu, perseroan juga memperkuat strategi untuk pasar dalam negeri melalui pilar travel & leisure dibawah Panorama JTB Tours. Perseroan memperkuat penjualan di sektor korporat dan memperluas jaringan dalam bentuk distribusi offline melalui lebih dari 50 cabang di Indonesia. Menawarkan konsep outlet baru melalui Panorama Kiosk, Panorama JTB terus berusaha untuk mendekatkan diri serta memberikan kenyamanan kepada pelanggan dalam merencanakan perjalanan bisnis maupun liburan.

Asal tahu saja, sepanjang paruh pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan pendapatan Rp1,2 triliun atau meningkat 19,5% dari Rp1 triliun pada semester pertama 2017. Akan tetapi, beban-beban perseroan juga meningkat signifikan. Laba usaha perseroan hanya Rp17,6 miliar, turun 23,5% dari capaian periode yang sama tahun lalu Rp23 miliar. Perseroan bahkan menanggung rugi bersih Rp4,8 miliar pada semester pertama 2018, berbalik dari laba Rp14,7 miliar pada semester I/2017.

Kata Budi Tirtawisata, peningkatan pendapatan perseroan pada semester pertama tahun ini terjadi karena sinergi antara unit-unit usaha perseroan. Perseroan mengoptimalkan lima pilar perseroan, yakni inbound, travel & leisure, media, hospitality, dan transportation. Namun, dirinya tidak mengungkapkan alasan penurunan laba, bahkan rugi yang diderita perseroan.

(feb)

(rhs)