Rupiah Rp14.600/USD karena Krisis Turki, Menko Darmin: Jangan Dilebih-lebihkan



JAKARTA – Nilai tukar Rupiah mendadak anjlok cukup dalam pada perdagangan awal pekan ini. Dalam data Bloomberg pada pukul 11.30 WIB, nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terjungkal 0,91% atau 132 poin ke posisi Rp14.610 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tidak terlepas dari krisis ekonomi yang terjadi di Turki. Seperti diketahui, saat ini krisis keuangan terjadi di Turki akibat mata uang Turki Lira yang jatuh terhadap dolar AS hingga 18%.

Bahkan menurut Darmin, dampak dari perang dagang ini bukan hanya berdampak kepada Indonesia saja. Akan tetapi negara-negara lain pun sana akan terkena dampaknya.

“Sebenarnya bukan hanya Rupiah. Kepada semua emerging market itu apa namanya, sebenarnya euforia saja menurut saya mestinya enggak,” ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Meskipun begitu lanjut Darmin, market seharusnya tidak perlu menanggapinya secara berlebihan. Sebab pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sendiri hanya bersifat sementara.

Menurut Darmin, banyak sekali pendapat orang yang justru melebih-lebihkan krisis ekonomi yang terjadi di Turki. Sebab menurutnya, krisis yang terjadi di suatu negara tidak selalu harus berimbas kepada negara lainnya.

“Sebenarnya itu sih terlalu berlebihan itu, Turki itu memang ada hal-hal yang khusus di sana sehingga dia kena dampak yang enggak mesti berlaku kepada negara-negara lain,” ujarnya

Justru menurutnya, yang akhirnya membuat Rupiah melemah adalah anggapan-anggapan orang di luar terkait krisis di Turki itu sendiri. Karena anggapan itulah akhirnya Rupiah mengalami gejolak yang akhirnya bisa tembus hingga Rp14.600 per USD.

“Masalahnya adalah setelah dia kena kemudian orang mulai bilang ‘oh ini imbasnya besar macam-macam’,” ucapnya.

Darmin menceritakan, masalah yang ada pada Turki bukan menyangkut dari masalah yang ada di negara lain. Sebab masalah tersebut merupakan murni kebijakan dari Presiden Amerika Serikat yakni Donald Trump yang ikut campur dalam urusan pribadi dari negara Turki.

Salah satunya adalah dengan pengenaan bea masuk baja seperti yang dilakukan kepada Cina. Hal tersebut bertujuan untuk mengultimatum pemerintah Turki untuk melepaskan pendeta yang ditahan karena diduga terlibat kudeta.

“Ini kan sebenarnya Turki itu ya biasalah ini soal Trump ini. Mister Trump itu tiba-tiba beberapa Minggu lalu dibilang dua Minggu atau seminggu yang lalu ada pastur di sana Turki yang ditahan diadili barangkali enggak tau saya yang dianggap terlibat kudeta itu. Setahun dua tahun lalu,” jelasnya.

Sebelumnya

1 / 2

Bagikan
berita online

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm