Topik: Lifestyle

Catat! Ini Wejangan Dokter untuk Cegah Kejadian Tak Diinginkan Usai Vaksin

Baru-baru ini, Menkes Nila Moeloek mendampingi imunisasi MR di Papua Barat. Foto: Frieda Isyana Putri/<a href=BERITA.LIVE” title=”Baru-baru ini, Menkes Nila Moeloek mendampingi imunisasi MR di Papua Barat. Foto: Frieda Isyana Putri/BERITA.LIVE” class=””/>
Jakarta – Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan para orangtua usai memberikan pada anak mereka. Sebab respon satu orang dengan orang lain terhadap bisa berbeda-beda. Nah, untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan usai vaksin, dengarkan nih wejangan dari pakar vaksin yang satu ini.

Ditemui di sela acara seminar ‘Anak Investasi Masa Depan’ di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pakar imunisasi Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan sebaiknya usai diimunisasi, anak tidak langsung dibawa pulang ke rumah.

“Biasanya seorang dokter anak sudah menyuntik bayi jangan pulang dulu, makin cepat reaksinya makin berat. Alergi yang paling berat adalah tidak sadar, dia langsung drop, langsung pingsan, itu kerjanya sekitar 30 menit sampai satu jam. Makanya kita selalu, memang kita enggak bilang sama ibunya, tapi kita ajak ngobrol ibunya ‘gimana bu bayinya bu makannya pinter?’ itu sebenarnya sedang memantau,” tutur dr Sri.


Dianjurkan minimal 30 menit setelah imunisasi, misalnya di posyandu, isi waktu dengan berbincang dengan ibu-ibu lainnya. Jika dirasa aman, maka anak sudah diperbolehkan pulang tapi tetap dipantau sampai tiga hari.

Orangtua pun harus peka terhadap kondisi sang anak. Misalnya ketika tiba-tiba anak demam, maka harus bisa mengetahui apakah ini demam karena imunisasi atau bukan. Orangtua juga harus tau jenis vaksin apa yang bisa menimbulkan efek demam dan mana yang tidak.

“Ibunya juga harus waspada ‘duh kok anak aku jadi panas ya?’ hati-hati, ada apa kalau panas, apakah panas karena suntikan atau karena takutnya pileknya belum keluar waktu suntik. Begitu suntik demamnya baru keluar. Jadi kita harus mikir ini demamnya karena apa, dan tidak semua (vaksin) menimbulkan demam,” katanya.

Begitu pula untuk tenaga kesehatan yang menyuntikkan, sudah seharusnya memberitahu kepada orangtua jika memang ada efek demam usai dari vaksin yang akan disuntikkan dan juga penanganannya. Contoh dengan memberikan edukasi dan juga obat penurun panas, namun jika sudah dua hari panasnya belum turun maka orangtua wajib membawa anaknya kembali untuk diperiksa.

“Tapi kalau campak, itu demamnya tidak nanti sore dia perlu waktu karena dia vaksin hidup. Vaksin hidup itu harus ada waktu namanya masa inkubasi untuk dia menimbulkan demam, masa inkubasinya berapa? Sekitar 5-6 hari. Jadi itu, tiap vaksin beda-beda, ada yang sama sekali tidak demam,” jelasnya.

(ask/up)

Bagikan
berita online

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm