Hati-hati, 3 sifat ini bisa halangi kesuksesan pebisnis wanita

BERITA.LIVEJumlah pebisnis wanita memang wajib menjadi perhatian. Dilansir dari Entrepreneur, menurut National Association of Women Business Owners, hanya 4,2 persen bisnis yang dimiliki perempuan yang berhasil mencetak pendapatan satu juta dolar AS.

Masalah bias gender terhadap kemampuan perempuan dipandang sebagai penyebab. Masyarakat memiliki pandangan bagaimana perempuan harus bersikap terkait bisnis, sukses, dan uang.

Namun, ternyata bias gender bukan satu-satunya penghalang wanita dalam berbisnis. Dirangkum dari Entrepreneur, berikut tiga sifat yang menghalangi keberhasilan pebisnis wanita menurut Jane Wesman, President dari Jane Wesman Public Relations.

Ingin perfeksionis

Para pebisnis wanita ternyata cenderung ingin serba sempurna sebelum mau meluncurkan bisnisnya. Sangking perfeksionisnya, Wesman sampai menemukan seorang pebisnis wanita yang menghabiskan waktu memikirkan nama perusahaannya atau pusing akibat komplain dari pelanggan.

Wesman berharap agar para wanita jangan terlalu memusingkan kesalahan kecil yang justru malah mengalihkan fokusnya dari bisnis yang ingin dia bangun. Perbaiki, dan langsung move on.

Tak nyaman membahas uang

Jangan segan untuk berbicara mengenai keuangan. Keseganan untuk membahas keuangan dan kesuksesan finansial bisa memberi dampak pada perkembangan bisnis, mulai dari saat memasang harga, mengatur arus kas, sampai ketika mencari pendanaan.

Wesman menemukan, saat mencari pendanaan, laki-laki cenderung lebih lihai dalam membela keuangan mereka. Para pebisnis wanita disarankan memahami kondisi keuangan sepenuhnya sehingga tak merasa minder saat membahas topik keuangan bisnis agar tidak diremehkan.

Ingin disukai

Wesman turut menyoroti masalah mentalitas yang selalu ingin disukai. Dalam bisnis, ‘dihormati’ lebih penting ketimbang ‘disukai’, baik itu saat berurusan dengan klien, pegawai, supplier, atau stakeholder. Jangan sampai berusaha membuat pelanggan senang, tetapi tidak berhasil mendapatkan hasil yang diinginkan.

Penjualan yang efektif lebih terkait dengan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan menawarkan solusi terhadap masalah mereka, tidak selalu masalah disukai atau tidak. Melihat diri sendiri sebagai penyedia solusi adalah langkah penting untuk menggantikan mindset ingin disukai dan itu komposisi utama untuk mengembangkan bisnis.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Bagikan
berita online

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm