Sederet Tantangan Ekonomi RI, dari Inflasi hingga Krisis Turki dan Argentina



JAKARTA – Kondisi ekonomi Indonesia pada tahun depan akan menghadapi tantangan terlihat dari nilai inflasi yang diprediksi bisa mencapai 4,5%. Sementara akhir tahun ini inflasi akan diprediksi mencapai 3,6 % dari level saat ini di kisaran 3,18%.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan menjelaskan, pascapemilu nanti diperkirakan pemerintah akan melakukan penyesuaian harga BBM. Harga minyak dunia memang sejak tahun lalu mengalami kenaikan cepat. Dampak depresiasi rupiah dan harga BBM ini akan mengalami klimaks dengan respons dari produsen yang saat ini masih bertahan dan memilih diam.

”Faktor inflasi lainnya adalah kenaikan harga pangan yang saat ini sudah mulai ramai diberitakan seperti stok beras. Inflasi ini akan mendorong kenaikan suku bunga BI rate tahun ini 5,75% dan menjadi 6,5% tahun depan,” ujar Anton di Jakarta.

Dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2018 akan cenderung mengalami perlambatan di angka 5,16%. Proyeksi tersebut lebih lambat dari perkiraan pertumbuhan yang dilakukan di awal tahun sebesar 5,3%.

Perlambatan itu tidak lepas dari pengaruh kondisi perekonomian global yang bergejolak dan kebijakan moneter maupun fiskal domestik yang mengalami perubahan.

”Untuk 2018, kita forecast pada level tertentu, PDB misalnya 5,3% jadi 5,16%,” tutur dia.

Terkait perekonomian global yang memengaruhi, Anton menjelaskan, hal itu tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi negara-negara maju yang cenderung masih mengalami perlambatan, seperti di Amerika Serikat dan China.

Karena setiap pelemahan satu persen Produk Domestik Bruto (GDP) China akan memengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,09%. Sedangkan untuk AS memengaruhi sebesar 0,07%.

”Intinya, kita tidak bisa menggantikan pasar ekspor ke AS dan China dengan mudah. Kita pasti dirugikan dengan perang dagang mereka,” ujarnya.

Anton menambahkan sementara dari sisi domestik yang utama memengaruhi adalah perubahan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-7 Day Reverse Repo Rate yang lebih agresif dari diperkirakan sebelumnya hanya akan menaikkan sebesar 4,75% hingga akhir tahun.

Pada tahun depan proyeksi suku bunga acuan masih akan mengalami kenaikan. Pada akhir 2018 diproyeksikan bunga acuan BI 7 DRR rate sebesar 5,75 % dan pada tahun depan masih bisa naik 6,5%.

”Tadinya kita pikir forecast paling 4,75%, ternyata berubah cepat, karena perkembangan harga komoditas, terutama minyak yang bergerak lumayan cepat. Kedua, terkait dengan depresiasi rupiah lebih cepat dari yang kita perkirakan sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya

1 / 2

Bagikan
berita online

Berita Terbaru

Rujak dan gorengan di meja diplomatik

Asal-usul rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai…

September 27, 2018 7:56 pm

Kemampuan berbahasa daerah jadi penilaian utama Anugerah Sastera Rancage

Jakarta (BERITA.LIVE) - Kemampuan berbahasa daerah dari para penulis buku menjadi penilaian  utama dalam Anugerah Sastera Rancagé 2018 selain  kriteria…

September 27, 2018 7:56 pm

Dude Herlino tularkan ilmu sukses berwirausaha

Malang (BERITA.LIVE) - Aktor Dude Herlino menularkan kiat dan ilmu sukses menjadi wirausawan muda di kalangan mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Malang…

September 27, 2018 7:56 pm

Lihat proses melahirkan, Chicco Jerikho makin sayang istri

Jakarta (BERITA.LIVE) - Chicco Jerikho selalu mendampingi Putri Marino dari mulai proses kontraksi sampai melahirkan. Bagi Chicco pemandangan tersebut sangat…

September 27, 2018 7:55 pm

Penayangan perdana “Hellboy” versi reboot diundur

Jakarta (BERITA.LIVE) - Penggemar "Hellboy" tampaknya perlu sedikit menunggu untuk menyaksikan kemunculan kembali superhero setengah iblis itu di layar lebar.Summit…

September 27, 2018 7:55 pm

Acha Septriasa sempat ditawari main di Harry Potter

Jakarta (BERITA.LIVE) - Film spin-off dari serial Harry Potter, “The Fantastic Beasts”, memasuki edisi kedua dengan judul “The Fantastic Beasts:…

September 27, 2018 7:54 pm