July 16, 2018

Sign in

Sign up

  • Home
  • Berita
  • uang
  • AS Ancam Perang Dagang ke Indonesia, Begini Cara Pemerintah Mengantisipasinya

AS Ancam Perang Dagang ke Indonesia, Begini Cara Pemerintah Mengantisipasinya

By on July 9, 2018 0 7 Views



BOGOR – Pemerintah akan menyiapkan insentif pajak untuk menahan sentimen negatif dari rencana perang dagang Amerika Serikat terhadap produk-produk yang berasal dari Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menjelaskan, bahwa adanya ancaman perang dagang dari Amerika ini akan berdampak pada dunia investasi. Pasalanya, perang dagang akan menimbulkan ketidakpastian bagi kalangan pengusaha maupun investor.

“Oleh karena itu, kita harus menyiapkan insentif tambahan untuk menanggapi dan menanggulangi dampak kepada sentimen investor,” ujar Thomas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7/2018).

Tom sapaan akrabnya menjelaskan, pemerintah akan fokus pada investasi yang bersifat mega proyek di bidang industri hulu. Hal itu lantaran nilai investasinya sangat besar mencapai puluhan triliun.

“‎Di hulu, industrinya banyak sekali proyek yang berorientasi ekspor atau mengurangi impor, contohnya adalah smelter,” ujar Tom.

Menurut Tom, ‎bila realisasi investasi mega proyek di hulu dipercepat maka banyak keuntungan yang diraih oleh pemerintah dalam meningkatkan perekonomian dalam negeri.

“Bisa tiga sentimen, investasi masuk, arus modal masuk, ekspor meningkat dan impor dikurangi demi menjaga kestabilan atau kewajaran neraca dagang,” ‎jelasnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan kepada jajarannya untuk melakukan optimalisasi fiskal, seperti yang berkaitan dengan bea keluar dan bea keluar agar industri Indonesia mempunyai data saing.

‎”Kemudian juga melakukan keterjaminan ketersediaan bahan baku, kemudian memberikan insentif agar ekspor bisa ditingkatkan. Lalu terkait investasi, diberikan insentif untuk melakukan relokasi pabrik untuk pindah ke wilayah lain,” kata Airlangga.

(feb)

(rhs)